dialogue : bintang malam ini
ku lihat seorang wanita malam ini
syahdu menatap langit di atap kamarnya
beralaskan tikar tua dan bersandal jepit
dengan kepala menengadah seakan menanti bintang jatuh
tak bergeming menikmati desir angin malam yang lembab, sisa hujan tadi siang
‘ada yang meminjam bintang’ ujarnya lembut
’siapa?’ kataku
’seseorang’ balasnya lagi tanpa menatap ku
‘kenapa dipinjam?’
‘dia kesepian’
‘dan kau?’
‘aku tidak pernah kesepian’ matanya melirik tajam ke arahku
‘tapi kamu selalu sendiri disini, dengan kegiatan yang sama’
‘aku sendiri, tapi tidak sendirian’ kali ini senyum manis tersungging di bibirnya
aku lihat mata itu bercahaya
cantik sekali, seperti bintang malam ini
meski tak sebanyak biasanya
tapi binar matanya adalah bintang kejora yang memantul ke langit lalu bercahaya
kebiruan
‘berapa lama kamu pinjamkan langit itu?’
‘tanpa batas waktu’
‘mengapa?’
‘karena bukan aku yang punya’
‘lalu mengapa bisa kau pinjamkan sesuatu yang bukan milikmu?’
‘karena aku yang menemukannya ketika dia bersamaku, aku beri nama dan aku tandai setiap malam bintang itu muncul, aku tahu persis bedanya dengan bintang yang lain..’
‘aku tidak mengerti’
‘ya, kau tidak akan pernah mengerti, dan aku tidak mewajibkanmu untuk mengerti’
’siapa orang itu?’
‘hanya aku dan Tuhan yang tahu’
‘berarti kah dia untukmu?’
‘aku takkan pernah berbagi sesuatu dengan orang yang tak berarti untukku’
ya…aku mendapatkan sebuah jawaban pasti sekarang
‘kenapa tak kau temani saja dia?’
‘dia tak selalu butuh jasadku untuk menemaninya..’
‘lalu..?’
‘dia punya hangat matahari dan bintang terang untuk menemaninya’
‘kamu tak ingin menemaninya?’
’selalu ingin, terlalu ingin’
‘kenapa tak datangi saja sebentar, lalu pulang lagi?’
’sudah’
‘lalu?’
‘aku pulang’
‘kenapa pulang?’
‘karena aku tak selalu diinginkan’
‘tapi kamu bahagia?’
‘aku selalu bahagia, setiap waktu, ketika bersamanya aku bahagia, ketika tidak bersamanya aku bahagia’
‘kenapa bisa begitu?’
‘karena aku telah menjadi bagian dari dirinya, tak terpisahkan, dan hanya aku yang tahu’
‘bagaimana caranya?’
‘aku telah titipkan segenap perasaanku pada bintang yang sedang dipinjamnya..jadi kemanapun dan bagaimanapun keadaannya, aku selalu bisa bertemu dengannya dan menemaninya kala malam tiba, saat siang datang.. tanpa batas waktu’
dan perempuan itu tersenyum…manis sekali
-L-
May23rd, 09