ku bawa sampai mati

May 23rd, 2009 by alinda

sekali lagi kukatakan kepadamu
jangan lihat mata ku yang mulai merah ini
lihat saja hatiku yang masih putih
tak perlu dilihat lagi ada apa dibaliknya
karena tidak ada satupun yang kusimpan tanpa kuceritakan kepadamu
jika aku pernah mengatakan iya
maka itulah yang sebenarnya ada dibenakku
sekali aku mengatakan iya
maka hanya kematian yang mampu membuatku diam
dan itupun tak bisa mengubah iya menjadi tidak
saat aku menjamu dirimu
adalah yang terbaik yang ku kerahkan
saat aku tersenyum dan tertawa bersamamu
maka itulah senyum dan tawa terlepas yang pernah ada
jika aku terdiam sesaat lalu berkelanjutan
saat kau ada disampingku
terjadilah itu karena aku ingin merekam setiap detik kebersamaanku denganmu
seringkali kusenyapkan jiwa
ku redupkan semua indera yang ada
waktu kau ada didekatku
semata karena aku hanya ingin kamu dan aku yang ada
mungkin sedikit yang bisa kuceritakan
meski aku sangat ingin bercerita
lidahku kelu dan pita suaraku kusut
lagi-lagi aku hanya memilih diam
dan menikmati siluet senyum itu
semua tak akan lekang
percaya lah padaku untuk kali ini
semuanya tak akan pernah lekang
karena semua kan kubawa sampai mati

-L-
May23rd, 09

reinkarnasikuntukmu

May 23rd, 2009 by alinda

pada sebuah ujung yang tak berujung
dan sebuah batas yang tak berbatas
aku hadir disitu
tanpa perasaan penat dan gundah yang telah menemaniku sekian waktu
menanti detik-detik akhir tiba
saat pangeran maut menjemput
mencabut nyawaku
memutus aliran darahku
dan menjegal nafasku
aku ingin itu terjadi cepat
tanpa banyak sakit dan perih
cepat saja sudah
matikan aku
dan wujudkan satu permintaanku sebelum mati itu
hidupkan aku kembali
dalam wujud apapun
menjadi satu bagian, dengan dirinya, kekasih tercinta ku
yang saat aku mati, ada di sampingku
memelukku dan mencium kedua mataku sampai terpejam
Tuhan…
tolong hidupkan aku dalam aliran darahnya
biar aku menjalar di seluruh bagian tubuhnya yang tegap
hidupkan aku dalam urat nadinya
hingga aku bisa ikut berdenyut sepanjang hayatnya
hidupkan aku dalam paru2nya
agar aku bisa ikut menarik dan menghembuskan udara bersamanya
hidupkan aku sebagai jantungnya
supaya aku bisa ikut berdetak dan berdegup dalam tiap tidur dan bangunnya
hidupkan aku sebagai jaringan otaknya
sehingga aku bisa ikut berpikir akan segala sesuatu yang menjadi bebannya
hidupkan aku dalam hati dan perasaannya
karena aku mau ikut merasakan setiap hal yang membuatnya bahagia, sedih, dan gundahnya
hidupkan aku lewat panca indera nya
biar aku bisa ikut bergerak, mengedip, mendengar, merasa, mencium bersamanya
ya Tuhan yang Maha Baik
hidupkan aku kembali didalam dirinya
dalam diri kekasih hati yang miliki segala cinta dan sayang ku
untuk sebuah jiwa yang senantiasa hadir dalam pikiran ku
karena ketika ku mati
tak ada lagi kata yang bisa kuucapkan kepadanya
dan aku tetap ingin ada untuknya
hanya untuknya

-L-
may23rd, 2009

sepotong senja untuk pacarku

May 22nd, 2009 by alinda

Alina tercinta,
Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?

Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan. Maaf, aku tidak sempat menelitinya satu persatu. Mestinya ada juga lokan, batu yang berwarna-warni, dan bias cahaya cemerlang yang berkeretap pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin kulakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah kapan menjadi kenyataan.

Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata.

Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina.

Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina.

Kukirimkan sepotong senja untukmu Alina, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam ke balik cakrawala.

Alina yang manis, Alina yang sendu, Akan kuceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja itu untukmu.

Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku. Di tepi pantai, di tepi bumi, semesta adalah sapuan warna keemasan dan lautan adalah cairan logam meski buih pada debur ombak yang menghempas itu tetap saja putih seperti kapas dan langit tetap saja ungu dan angin tetap saja lembab dan basah, dan pasir tetap saja hangat ketika kuusapkan kakiku ke dalamnya.

Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar.
Keindahan berkutat melawan waktu dan aku tiba-tiba teringat padamu.
“barangkali senja ini bagus untukmu,” pikirku. Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.

Setelah itu aku berjalan pulang dengan perasaan senang. Aku tahu kamu akan menyukainya karena kamu tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. Aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh, dan barangkali sepasang kursi malas pada sepotong senja di sebuah pantai di mana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar-benar telah terjadi. Kini senja itu bisa kamu bawa ke mana-mana.

Ketika aku meninggalkan pantai itu, kulihat orang-orang datang berbondong-bondong, ternyata mereka menjadi gempar karena senja telah hilang. Kulihat cakrawala itu berlubang sebesar kartu pos.

Alina sayang,
Semua itu telah terjadi dan kejadiannya akan tetap seperti itu. Aku telah sampai ke mobil ketika di antara kerumunan itu kulihat seseorang menunjuk-nunjuk ke arahku.

“Dia yang mengambil senja itu! Saya lihat dia mengambil senja itu!”

Kulihat orang-orang itu melangkah ke arahku. Melihat gelagat itu aku segera masuk mobil dan tancap gas.

“Catat nomernya! Catat nomernya!”

Aku melejit ke jalan raya. Kukebut mobilku tanpa perasaan panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku. Cahaya senja yang keemasan itu berbinar-binar di dalam saku. Aku merasa cemas karena meskipun kaca mobilku gelap tapi cahaya senja tentu cukup terang dilihat dari luar. Dan ternyata cahaya senja itu memang menembus segenap cahaya dalam mobilku,sehingga mobilku itu meluncur dengan nyala cemerlang ke aspal maupun ke angkasa.

Dari radio yang kusetel aku tahu, berita tentang hilangnya senja telah tersebar ke mana-mana. Dari televisi dalam mobil bahkan kulihat potretku sudah terpampang. Aduh. Baru hilang satu senja saja sudah paniknya seperti itu. Apa tidak bisa menunggu sampai besok? Bagaimana kalau setiap orang mengambil senja untuk pacarnya masing-masing? Barangkali memang sudah waktunya dibuat senja tiruan yang bisa dijual di toko-toko,dikemas dalam kantong plastik dan dijual di kaki lima. Sudah waktunya senja diproduksi besar-besaran supaya bisa dijual anak-anak pedagang asongan di perempatan jalan.

“Senja! Senja! Cuma seribu tiga!”

Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana. Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara. Lagi pula di kota, tidak semua orang peduli apakah senja hilang atau tidak. Di kota kehidupan berjalan tanpa waktu, tidak peduli pagi siang sore atau malam. Jadi tidak pernah penting senja itu ada atau hilang. Senja cuma penting untuk turis yang suka memotret matahari terbenam. Boleh jadi hanya demi alasan itulah senja yang kubawa ini dicari-cari polisi.

Sirene polisi mendekat dari belakang. Dengan pengeras suara polisi itu memberi peringatan.

“Pengemudi mobil Porsche abu-abu metalik nomor SG 19658 A, harap berhenti. Ini Polisi. Anda ditahan karena dituduh telah membawa senja. Meskipun tak ada aturan yang melarangnya, tapi berdasarkan…”

Aku tidak sudi mendengarnya lebih lama lagi. Jadi kubilas dia sampai terpental keluar pagar tepi jalan. Kutancap gas dan menyelip-nyelip dengan lincah di jalanan. Dalam waktu singkat kota sudah penuh raungan sirene polisi. Terjadi kejar-kejaran yang seru.Tapi aku lebih tahu seluk-beluk kota, jalanan dengan cahaya yang bernmain warna, gang-gang gelap yang tak pernah tercatat dalam buku alamat, lorong-lorong rahasia yang hanya diperuntukkan bagi orang-orang di bawah tanah.

Satu mobil terlempar di jalan layang, satu mobil lain tersesat di sebuah kampung, dan satu mobil lagi terguling-guling menabrak truk dan meledak lantas terbakar.Masih ada dua polisi bersepeda motor mengejarku. Ini soal kecil. Mereka tak pernah bisa mendahuluiku, dan setelah kejar-kejaran beberapa lama, mereka kehabisan bensin dan pengendaranya cuma bisa memaki-maki. Kulihat senja dalam saku bajuku. Masih utuh. Angin berdesir. Langit semburat ungu. Debur ombak menghempas ke pantai. Hanya padamulah senja ini kuserahkan Alina.

Tapi Alina, polisi ternyata tidak sekonyol yang kusangka. Di segenap sudut kotak mereka telah siap siaga. Bahkan aku tak bisa membeli makanan untuk mengisi perutku. Bahkan di langit tanpa senja, helikopter mereka menyorotkan lampu di setiap celah gedung bertingkat. Aku tersudut dan akhirnya nyaris tertangkap. Kalau saja tidak ada gorong-gorong yang terbuka.

Mobilku sudah kutinggal ketika memasuki daerah kumuh itu. Aku berlari di antara gudang, rumah tua,tiang serta temali. Terjatuh di atas sampah, merayapi tangga-tangga reyot, sampai seorang gelandangan menuntunku ke suatu tempat yang tak akan pernah kulupakan dalam hidupku.

“Masuklah,” katanya tenang, “disitu kamu aman.

Ia menunjuk gorong-gorong yang terbuka itu. Ada tikus keluar dari sana. Banya bacin dan pesing. Kutengok ke bawah. Kulihat kelelawar bergantungan. Aku ragu-ragu.Namun deru helikopter dengan lampu sorotnya yang mencari-cari itu melenyapkan keraguanku.

“Masuklah, kamu tidak punya pilihan lain.”

Dan gelandangan itu mendorongku. Aku terjerembab jatuh. Bau busuknya bukan main. Gorong-gorong itu segera tertutup dan kudengar gelandangan itu merebahkan diri di atasnya. Lampu sorot helikopter menembus celah gorong-gorong tapi tak cukup untuk melihatku. Kurabah senja dalam kantongku, cahayanya yang merah keemas-emasan membuat aku bisa melihat dalam kegelapan. Aku melangkah dalam gorong-gorong yang rupanya cukup tinggi juga. Kusibukkan kelelawar bergantungan yang entah mati entah hidup itu. Kulihat cahaya putih di ujung gorong-gorong. Air busuk mengalir setinggi lutut, namun makin ke dalam makin surut. Di tempat yang kering kulihat anak-anak gelandangan duduk-duduk maupun tidur-tiduran, mereka berserakan memeluk rebana dengan mata yang tidak memancarkan kebahagian.

Aku berjalan terus melangkahi mereka dan coba bertahan. Betapa pun ini lebih baik daripada harus menyerahkan senja Alina.

Di ujung gorong-gorong,di temapt cahaya putih itu, ada tangga menurun ke bawah. Kuikuti tangga itu. Cahaya semakin terang dan semakin benderang. Astaga. Kamu boleh tidak percaya Alina, tapi kamu akan terus membacanya. Tangga itu menuju ke mulut sebuah gua, dan tahukah kamu ketika aku keluar dari gua itu aku ada di mana? Di tempat persisi sama dengan tempat di mana aku mengambil senja itu untukmu Alina. Sebuah pantai dengan senja yang bagus:ombak,angin,dan kepak burung?tak lupa cahaya keemasan dan bias ungu pada mega-mega yang berarak bagaikan aliran mimpi. Cuma saja tidak ada lubang sebesar kartu pos. Jadi, meskipun persis sama,tapi bukan tempat yang sama.

Aku berjalan ke tepi pantai. Tenggelam dalam guyuran alam yang perawan. Nyiur tentu saja, matahari, dan dasat lautan yang bening dengan lidah ombak yang berdesis-desis. Tak ada cottage , tak ada barbeque, tak ada marina.

“semua itu memang tidak perlu. Senja yang bergetar melawan takdir membiaskan cahaya keemasan ke tepi semesta. Aku sering malu sendiri melihat semua itu. Alina, apakah semua itu mungkin diterjemahkan dalam bahasa?”

Sambil duduk di tepi pantai aku berpikir-pikir, untuk apakah semua ini kalau tidak ada yang menyaksikannya? Setelah berjalan ke sana ke mari aku tahu kalau dunia dalam gorong-gorong ini kosong melompong. Tak ada manusia, tak ada tikus, apalagi dinosaurus. Hanya burung yang terkepak, tapi ia sepertinya bukan burung yang bertelur dan membuat sarang. Ia hanya burung yang dihadirkan sebagai ilustrasi senja. Ia hanya burung berkepak dan berkepak terus disana. Aku tak habis pikir Alina, alam seperti ini dibuat untu apa? Untuk apa senja yang bisa membuat seseorang ingin jatuh cinta itu jika tak ada seekor dinosaurus pun menikmatinya? Sementara di atas sana orang-orang ribut kehilangan senja….

Jadi, begitulah Alina, kuambil juga senja itu. Kukerat dengan pisau Swiss yang selalu kubawa, pada empat sisinya, sehingga pada cakrawala itu terbentuk lubang sebesar kartu pos. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan aku melangkah pulang. Bumi berhenti beredar di belakangku, menjadi kegelapan yang basah dan bacin. Aku mendaki tangga kembali menuju gorong-gorong bumiku yang terkasih.

Sampai di atas, setelah melewati kalelawar bergantungan,anak-anak gelandangan berkaparan, dan air setinggi lutut, kulihat polisi-polisi helikopter sudah pergi. Gelandangan yang menolongku sedang tiduran di bawah tiang listrik sambil meniup saksofon.

Aku berjalan mencari mobilku. Masih terparkir dengan baik di supermarket. Nampaknya bahkan baru saja dicuci. Sambil mengunyah pizza segera kukebut mobilku menuju pantai. Dengan dua senja di saku kiri dan kanan, lengkap dengan matahari,laut,pantai, dan cahaya keemasannya masing-masing, mobilku bagai memancarkan cahaya Ilhai. Sepanjang jalan layang, sepanjang jalan tol, kutancap gas dengan kecepatan penuh…

Alina kekasihku, pacarku, wanitaku.
Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi kemudian. Kupasang senja yang dari gorong-gorong pada lubang sebesar kartu pos itu dan ternyata pas. Lantas kukirimkan senja yang ?asli? ini untukmu, lewat pos.

Aku ingin mendapatkan apa yang kulihat pertama kali: senja dalam arti yang sebenarnya?bukan semacam senja yang ada di gorong-gorong itu.

Kini gorong-gorong itu betul-betul menjadi gelap Alina. Pada masa yang akan datang orang-orang tua akan bercerita pada cucunya tentang kenapa gorong-gorong menjadi gelap.Meraka akan berkisah bahwa sebenarnya ada alam lain di bawah gorong-gorong dengan matahari dan rembulannya sendiri, namun semua itu tida lagi karena seorang telah mengambil senja untuk menggantikan senja lain di atas bumi. Orang-orang tua itu juga akan bercerita bahwa senja yang asli telah dipotong dan diberikan oleh seseorang kepada pacarnya.

Alina yang manis, paling manis, dan akan selalu manis, Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi.

Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia

taken from the book from Seno Gumira Aji

great!!

someday

May 20th, 2009 by alinda

someday you’ll gonna realize

one day you’ll see this thru my eyes

but then i wont even be there

ill be happy somewhere

even if i care

i know

you dont really see my worth

you think your the last guy on earth

well ive got news for you

i know im not that strong

but it wont take long

wont take long

 

cos someday

someone’s gonna love me

the way i want you to need me

someday, someone’s gonna take your place

one day ill forget about you

you’ll see, i wont even miss you

someday

someday

 

but now

i know you cant tell

im down and im not do anyway

but one day these tears

they will all run dry

i wont have to cry

sweet goodbye

 

cos someday, someone’s gonna love me

the way, i want you to need me

someday, someone’s gonna take your place

one day ill forget about you

you’ll see, i wont even miss you

someday, someday

 

someday, by Nina

first time listen to this song from GMHR (good morning hard rockers at hardrock fm, Wednesday/May20th’09. and i just fall in love with the song, the lyrics, the music, the sound, the voice…all of it)

cheers

linda

im single, and very happy

May 10th, 2009 by alinda

mereka bilang aku pemilih dan kesepian

terlalu keras menjalani hidup

beribu nasihat dan petuah yang diberikan

berharap hidupku bahagia

aku baik-baik saja

menikmati hidup yang aku punya

hidupku sangat sempurna

im single and very happy

mengejar mimpi-mimpi indah

bebas lakukan yang aku suka

berteman dengan siapa saja

im single and very happy

mereka bilang sudah saat nya karena usia

untuk mencari sang kekasih hati

tapi ku yakin akan datang

pasangan jiwaku

pada waktu dan cara yang indah

waktu terus berjalan

tak bisa kuhentikan

ku inginkan yang terbaik untuk hidupku

by : oppie

 

yeahh…

gwe ga pernah menyalahkan orang2 yang selalu masih asik bertanya tentang ’status’ seseorang yang masi keliatan single

so what?

itu pertanyaan balik yang paling gampang di lontarkan

kemarin gwe nonton ‘four christmasses’ nya reese whiterspoon dan vince vaughn. film ringan, ya romantic comedy favorit gwe..

gampang di cerna dan tetap ada makna yang bisa bwat jadi bahan mikir or sekedar ngeblogs kaya sekarang :)
di film itu, reese dan vince adalah pasangan kekasih yang sudah berhubungan selama 3 tahun. layaknya kehidupan disana..mereka asik menikmati kebersamaan mereka tanpa ambil pusing dengan lingkungan sekitar termasuk keluarga mereka…

kerjaannya ya cuma senang-senang, liburan sana-liburan sini, dan ‘bereksperimen’ dengan berbagai cara untuk menghilangkan kejenuhan..3 tahun aja gitu tinggal bareng.

satu ketika mereka harus ngebatalin acara liburan akhir tahun mereka karena cuaca buruk dan akhirnya harus bertandang ke orangtua masing2 yang sudah berpisah. 4 orang tua mereka datangi satu persatu (ini ga taunya asal-usul judul 4 christmasses). dan dari setiap kunjungan itu, mereka menemukan hal2 baru dari diri masing2 yang belum pernah di ketahui atau bahkan diceritakan sebelumnya. kebiasaan2 aneh dari kecil ataupun panggilan yang aneh. sampai banyak hal yang akhirnya bwat mereka berpikir bahwa ternyata mereka ga segitu saling mengenalnya seperti yang selama ini mereka pikirkan. dan ada banyak hal yang membuat mereka akhirnya mereview hubungan mereka.

kacaunya ketika mereka akhirnya ribut karena reese diam2 menyadari bahwa semboyan mereka selama ini yang hanya cuma senang2 dan ga mau berkeluarga dengan resiko anak dan kehidupan yang rumit…adalah ga benar. layaknya perempuan, reese akhirnya meminta kepastian ke arah mana hubungan mereka akan berujung..

dan layaknya laki2 juga…(mostly ya, gwe ga bilang semua) adalah kaget, dan menarik diri dengan berbagai macam alasan yang intinya adalah takut dengan komitmen dan tanggung jawab.

akhirnya mereka separate bwat beberapa jam. reese tinggal di rumah ayahnya dan vince balik ke rumah ayahnya juga. as usual, dalam waktu yang terpisah itu mereka dinasehatin secara langsung dan ga langsung oleh keluarga masing2. dan melihat keakraban keluarganya yang notabene sudah berpisah, reese semakin menginginkan untuk bisa membangun keluarga bersama vince.

yang gwe salut adalah ketika reese minta ditinggal di rumah ayahnya dan bilang pada vince, bahwa dia turun bukan karena dia marah atau ngambek, tapi karena dia berusaha mengerti akan keinginan vince yang tidak mau berkeluarga…jadi reese ga mau memaksakan vince untuk menerima idenya, dan dia pun ga bisa dipaksa untuk tetap berjalan pada satu hubungan yang ga nyambung…

pada saat terpisah itulah, akhirnya mereka nyadar dan akhirnya lagi, vince mendatangi reese di rumah ayahnya dan berkata bahwa dia akan mencoba untuk mengerti keinginan reese, dengan catatan…ga terburu2 dan biarkan semuanya mengalir.

reese menyetujuinya, kata2 yang masih gwe inget sampai sekarang   ini adalah katika reese bilang ‘aku mencari seseorang yang bisa aku ajak bicara tentang pernikahan’ jadi ga langsung ke pernikahan itu sendiri.

karena tahap untuk yang namanya menikah itu berbeda2 untuk tiap orang. ada yang menjadikannya sangat gampang, dan ga sedikit yang untuk memikirkannya pun sulit. ada banyak rasa ketakutan dan khawatir untuk beranjak kesana. dan itu ga bisa disalahkan

ngga ada orang yang mau hidup sendirian selamanya, dan kesepian. semua orang butuh teman, meski hanya untuk tidur pada malam hari dan menenangkan bila mimpi buruk datang…

tapi kalau belum waktunya…ngga akan ada yang bisa memaksakan sesuatu terjadi. dan begitu juga bila sudah tiba waktunya.. akan kemana dan ga akan tertukar satu dengan yang lainnya.

jadi santai aja lah ya

dumb and dumber

May 6th, 2009 by alinda

hari ini…

heeee…sukses mabok

sebut segala mabok yang pernah ada didunia…lebai ah!

begini ceritanya..bismilahirrohmanirrohim

sesuai rencana pagi ini gwe harus mengikuti acara HUT Taman Lalu Lintas bareng bos2 dan temen2 dari GA & CSR Dept. ya ini bukan kali pertama..dan gwe yakin seyakin2nya semua akan berjalan dengan lancar. secara ini bukan kali pertama gwe ke tempat itu, dan perjalanan pertama sama wartawan lancarrr blasss tanpa kendala!

dan mendadak…kekhusyuk’an sessi sarapan gwe terganggu gara2 si essy prita cinta yang dengan santainya baru bilang kalo salah satu bos gwe ketinggalan di kantor..arrgghh!!! kok bisa siey? sesuai rencana pagi ini gwe harus mengikuti acara HUT Taman Lalu Lintas bareng bos2 dan temen2 dari GA & CSR Dept. ya ini bukan kali pertama..dan gwe yakin seyakin2nya semua akan berjalan dengan lancar

sampai…si essy prita cinta yang dengan santainya baru bilang kalo salah satu bos gwe ketinggalan di kantor..arrgghh!!! kok bisa siey?

setelah bermanis2 minta maaf dan berpura2 lugu kelupaan, gwe ma essy yang notabene ‘ditinggalkan’ oleh tim, meluncur di tol menuju cibubur. tapi dasar dodol…gwe ma essy lebih konsen ke siaran radio ketimbang jalanan..alhasil, sukses salah keluar pintu gerbang. DING!!! keluar di gerbang taman mini.. ingetnya ke taman yang lain yang juga pernah kita kunjungin bwat event sejenis.

dan muterlah akhirnya ke cawang, apa boleh buat? gwe rada ngeri benernya sama gaya nyetir nya essy yang seringkali ragu2 ga kejelasan, kanan ngga, kiri juga ogah..akhirnya yah!! lagi2 salah ambil jalur, jelas2 mau ke kanan, essy dengan tenangnya tetap berada di jalur paling kiri dan parahnya lagi nie anak pake acara berhenti dipertigaan jalan dengan alasan ‘mau tanya sama pak polisi, yang bener ambil arah mana’

Esssyyyyy!!! gwe akhirnya mengungkapkan rasa geregetan yang dah gwe tahan2 dari awal dengan mencekik secara simbolis lehernya.. ‘giling, ga ada cerita tuw nanya di pertigaan..sarap loe, untung polisinya lagi sawan, jadi di maafin’ mengingat kita berdua ga ada yang bawa SIM, ah gwe juga ga yakin nie, jangan2 si essy blon punya SIM (bener ya ’sy?)

sutralah, sukses muter di cawang, meluncur ke cibubur (maunya) tapi lagi2 sukses ngeloyor ke arah yang sangat berlawanan..menuju cikampek!! TONG!!

gilanya, gwe berdua tetep cekikikan dan berusaha menenangkan diri masing2 dengan bilang ‘tenang sy..tenang, seinget gwe ada pecahan menuju bogor, pondok indah di depan nanti..tenang..masih ada waktu’ sambil ngelirik jam tangan yang jelas2 dah nunjukkin kalo kita telaaattt abesss!

akhirnya di pintu gerbang cikunir yang baru. dan ternyataaahh panjang perjalanan yang harus kami tempuh. setengah hopeless gwe akhirnya diem aja dan berharap kali ini ga akan salah jalan lagi.

ga hape nya essy, ga hape gwe, krang-kring nanyain ‘ada dimana, dah sampe mana?’ dan asik lah kita berbohong2 ‘dah keluar pintu tol, mau parkir, dah mau sampe’ padahal masih jauuuhh pisssann…

alhamdulilah, pake mobil matic, meski meradang dangdut akhirnya kita sampe juga ke tempat tujuan. gwe ma essy langsung berusaha tenang dan cari tempat aman bwat napas.

acara lancar, kebodohan kita ga terbaca dan tetep eksis photo2.

selesai acara essy sempet tanya ga yakin ke gwe ‘lin, kita balik berdua lagi aja, gpp nie?’

‘iye gpp, tinggal balik doang’ gwe ga kalah sotoy nya

ganti posisi, gwe di posisi setir, biar ga mual dan bisa lebih cepet nyampe kantor (tuh segeblek2nya gwe, gwe masih pny tgg jwb ma kerjaan kantor)  dan yaaa…meluncurlah kita menuju sunter (harapannya) tapi sekali lagi, dumb and dumber judulnya pagi tadi. gwe salah ambil jalan lagi dan kita menuju ke bogorrrr!!!..

bwakakaka…ketawa sampe mati gaya gwe berdua essy. kok bodooong bener seeehh!!!

masih dengan sotoy nya, kita berdua akhirnya mutusin keluar di pintu Gunung Putri dan bertanya dengan sisa tenaga yang ada ‘mas..kalo mau ke jakarta..muter dimana ya?’

‘ohh tinggal puter balik aja mbak’

okaayyy deehh…siap!! gwe puter balik dengan semangatnya dan tambah semangat ketika gwe lihat plang hijau di atas jalanan bertuliskan ‘JAKARTA’ yeaaahh!!! im coming!!!..

brrrrrrrrrrrrrr!!! ngebut aja gwe tanpa menghiraukan pintu masuk tol dimana seharusnya gwe berhenti untuk menunaikan kewajiban BAYAR TOL!!

‘Oh my God!’ gwe langsung berhenti tanpa mendadak dan essy turun dengan suka rela nya untuk ambil karcis tol.

hikes…maaaapppp…bukan maksud ga bayaaaaaaaaaarrr!!! tapi gimana dong?! dah bodong dari pagi…

sepanjang sisa perjalanan (halah!) menuju jakarta tercinta..gwe kebut tuw mobil matic yang bikin pegel karena ngeden2 ga karuan, menang badan gede tapi tenaga ga ada, kalah sama kitty car gwe yang imyut tapi digeber 140 masi oke2 aja.

gwe sama essy dah diem aja..denger radio aja lah, ketawa ya ketawa tapi jangan lebai..selama belum sampe kantor..dilarang ngebahak biar ga kualat lagi. (sempet2nya essy berujar ‘gwe musti sungkem sama JBA nie..bos yang kita tinggalkan itu, sepertinya kita total kualat sama beliau’ hahahaha)

sampai di kawasan sunter, kita berdua mengucap syukur alhamdulilah..mau sujud syukur rasanya karena akhirnya sampe tanpa lecet apapun… ya kecuali lecet otak! musti di cuci!!

sutralah…essy, untuk beberapa waktu ini gwe ga mau satu mobil dulu ah ma elo, traumaaaaaakkkk…

satu keluhan essy yang terdengar sangat memprihatinkan..

‘lin, kira2 reimburst karcis tol gwe ntar diganti ga ya? segini banyak nya cuma ke cibubur..tengsin gwe’

hikes..selamet d ya sy..mudah2an di ganti, kalo ngga, ya ikhlaskan aja sebagai pengingat untuk tidak lagi meninggalkan seorang bos di kantor!!

cheers,

alhamdulilah

April 24th, 2009 by alinda

…..masih cukup sore sie itungannya bwat yang namanya friday nite in jakarta, the starting of weekend

meski perut ga terlalu kenyang, setting ac kamar udah pas, dan semua persiapan menuju alam mimpi dah lengkap..tapi tetep aja blom bisa tidur..

remote tv juga kayanya dah bete gwe pencet2 terus…kok ga ada yang okeh sieeehh? hbo? cinemax? axn? even mtv sekalipun ga ada yang bisa bikin gwe betah berlama2 nonton.

ya ujung2nya mentok ke fesbuk and friendster..weitss dah lama aja nie kayanya ga ngelink di frenster..pa kabar dunia?

ya secara kalo di kantor sekarang dah ga bisa akses frenster, damn!! jangan2 bentar lagi fesbuk juga di block! heerrraaann…ga bisa liat karyawan seneng sedikit ya? dah kerjaan juga rasanya kok tambah banyak aja, gaji ga naik2…ups! tuntutan hidup makin tinggi, halah..berat banget ga sie idup?

ngga…ngga..bercanda.. gini2 gwe tetap bersyukur sesyukur2nya sama Allah atas segala kebaikan dan nikmat yang masih bisa gwe rasakan sampai saat ini, at least gwe masih bisa pergi kesana-sini tanpa rasa takut dan tanpa kesulitan yang berarti. gwe masih bisa milih mau makan apa hari ini dan nonton apa hari ini…

satu hal yang bwat gwe insyaallah ga akan pernah berpaling dari Allah, kasih sayang-Nya yang luar biasa yang selalu gwe rasakan meskipun gwe sedang berada ‘jauh’ dari-Nya. Allah ga pilih kasih dan Allah ga pendendam kaya manusia..Allah ga perhitungan dan Allah Maha Pemaaf.

Meski gwe dah bandel dan sempat kepleset kesana-sini…Allah tetap mau dengar doa gwe…Alhamdulilah..terima kasih ya Allah :)
gwe dikelilingi orang2 baik yang insyaallah selalu menjaga gwe, juga suatu nikmat tersendiri yang ga pernah bisa gwe hitung dalam jumlah nominal atau dengan ilmu dan rumus apapun. Ilmu Allah terlalu hebat dibanding dengan otaknya einstein sekalipun (hellooww…Allah juga kan yang create si einstein itu?)

jadi ga ada alasan untuk berpaling dari Allah.

dan gwe selalu bahagia dengan apapun kondisi gwe saat ini.

Unpublish script about you

March 14th, 2009 by alinda

too many things i wuld like to say to you

too many words to explain how much you mean to me

and its not that easy to share the precious thing in my life with many people

its priceless

if i never wrote it down and publish it

it doesnt mean i have nuthin for you

how i adore you

how i care about you

how i really want to reach all the things of you, only for me

im too afraid of many things

and im not sure that i deserve to say all those beautiful thought

but someday, somehow…i will let you know, let everyone knows that i ever had this beautiful feeling

the feeling that i wont share…

until you ask me to

linda

curhat buat sahabat

March 13th, 2009 by alinda

sahabatku, usai tawa ini
izinkan aku bercerita

telah jauh ku mendaki
sesak udara diatas puncak khayalan
jangan sampai kau disana

telah jauh, ku terjatuh
pedihnya luka diluar jurang kecewa
dan kini sampailah, aku disini

yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
menanti seorang yang biasa saja
segelas air di tangannya kala ku terbaring..sakit
yang sudi dekat, mendekap tanganku
mencari teduhnya dalam mataku
dan berbisik : ‘pandang aku, kau tak sendiri, oh dewiku…’
dan demi Tuhan, hanya itulah yang itu saja ku inginkan

telah lama, ku menanti
satu malam sunyi untuk ku akhiri
dan usai tangis ini, aku kan berjanji

untuk diam, duduk di tempatku
menanti seorang yang biasa saja
segelas air ditangannya, kala ku terbaring…sakit
menentang malam, tanpa bimbang lagi
demi satu dewi yang telah bermimpi
dan berbisik; ’selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku…’

wahai Tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi

taken from rectoverso
by dewi dee

bertahan

March 4th, 2009 by alinda

setelah segala apa yang terjadi
tak henti rasanya menggeluti malam dan siang
tak kunjung usai semua rasa yang ada
kehadiran itu diingini tapi juga di enyahkan
ketika semua jadi begitu rumit
dan tak ada jalan keluar yang muncul, hingga detik ini
semuanya masih bertahan
dengan 1001 macam alasan untuk tetap ada untuk seorang terkasih
tapi tolong jangan sakiti perasaan ini
sudah cukup kulapangkan dada ini untuk menerima kenyataan dan menemani mu dalam setiap tawa dan tangis
aku kan selalu ada
selalu..